Tentang Kami

Tentang Kami

Media Nasional.Co

Diterbitkan oleh PT Media Nasional Nusantara dan mulai hadir di dunia syber sejak 06 November 2016 ketika mulai memasuki momentum ajang Pemilihan Umum Kepala Daerah Daerah Khusus Ibukota (Pemilukada DKI) Jakarta. Hadirnya Media Nasional.Co di dunia syber sebagai bentuk pengejawantahan dari semakin majunya arus informasi yang semakin berkembang pesat dan semakin mudah diakses melalui dunia syber dewasa ini.

Media Nasional.Co didirikan oleh Murgap Harahap atas ide kreatifnya melihat perkembangan dunia informasi yang semakin cepat berkembang di tengah-tengah masyarakat dan sebagai Chief Editor atau Pemimpin Redaksi (Pemred) dan Pemimpin Umum (PU) serta owner atau pemilik Media Nasional.Co sejak 06 November 2016 hingga kini, ia memunyai cita-cita dengan hadirnya Media Nasional.Co bisa membawa media syber ini Terkini dalam menyampaikan sebuah berita dengan tetap mengedepankan bahasa berita secara Lugas. Dalam karier jurnalistik, Murgap Harahap sebelumnya adalah  Redaktur di Surat Kabar Masyarakat Dinamis dan Nasionalis atau SK MADINA, terbit di wilayah DKI Jakarta dan seluruh daerah di Indonesia dan pemilik serta Pemred dan PU di Madina Line.Com atau disingkat MLC, yang telah berdiri sejak 06 November 2016 serta Media Nasional Online.Com atau disingkat MNOL.Com.

Madina adalah kepanjangan dari kata Masyarakat Dinamis Nasionalis yang merupakan Bacaan media syber untuk Rakyat yang juga merupakan tagline dari Madina Line.Com itu sendiri, dengan maksud dan tujuan agar Masyarakat pembaca berita di media syber ini memiliki jiwa Dinamis dan memiliki jiwa Nasionalis tinggi terhadap bangsa dan negara. Madina Line.Com atau disingkat MLC masih satu grup dan satu manajemen dengan Media Nasional.Co dan MNOL.Com.

Media Nasional.Co adalah situs berita dan opini yang memiliki keunggulan pada kecepatan, ketepatan, kelengkapan, pemilihan isu yang tepat, dan penyajian yang memerhatikan hukum positif dan asas kepatutan. Jurnalisme yang kami terapkan adalah Jurnalisme Positif, yakni aktifitas jurnalistik yang dijalankan dengan baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita dan opini yang disajikan tidak saja obyektif dan bermakna, melainkan juga mampu menumbuhkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

Media Nasional.Co adalah situs berbahasa Indonesia yang memosisikan diri sebagai teman pembaca selama 24 jam, 7 hari seminggu. Dengan menyuguhkan berita setiap hari tanpa henti, kami ingin mewarnai hidup Anda dengan perubahan dan pencerahan.

Oleh karena itu, kami menggunakan tagline “Lugas dan Terkini”. Kami datang setiap hitungan hari, jam, menit dan detik serta membawa aneka ragam informasi dengan bahasa yang Lugas dan menyampaikan berita Terkini, sesuai dengan tagline Media Nasional.Co “Lugas dan Terkini”.

Media Nasional.Co memerkaya informasi Anda dan memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk berinteraksi. Pada setiap berita, pembaca bisa langsung memberikan tanggapan.

Kami juga menyediakan topik-topik aktual bagi Anda untuk saling bertukar pandangan. Media Nasional.Co menerima opini pembaca dengan panjang maksimal 5.000 (Lima ribu) karakter.

Lengkap dengan foto dan profil singkat Anda (beserta link blog pribadi Anda). Silakan kirim ke email: murgapharahap2017@gmail.com, murgappersmadina@yahoo.co.id.

Di sini dapat Anda jumpai melalui jejaring sosial Facebook dan Twitter. Anda bisa bergabung dengan meninggalkan komentar di tiap berita kami.

Gabung juga di jejaring sosial media kami: www.facebook.com/medianasional.co/ dan ikuti Twitter kami https://twitter.com/medianasional.co/.

KODE ETIK

Pedoman Pemberitaan Media Syber

Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia (HAM) yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Persatuan Bangsa-Bangsa (HAM PBB). Keberadaan media syber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers.

Media syber memiliki karakter khusus, sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang (UU) Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu, Dewan Pers bersama organisasi pers, pengelola media syber, dan masyarakat menyusun Pedoman Pemberitaan Media Syber sebagai berikut:

Ruang Lingkup
Media Syber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan UU Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers.
Isi Buatan Pengguna (User Generated Content) adalah segala isi yang dibuat dan atau dipublikasikan oleh pengguna media syber, antara lain artikel, gambar, komentar, suara, video dan berbagai bentuk unggahan yang melekat pada media syber, seperti blog, forum, komentar pembaca atau pemirsa, dan bentuk lain.
Verifikasi dan keberimbangan berita
(a) Pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi.
(b) Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.
(c) Ketentuan dalam butir (a) di atas dikecualikan, dengan syarat:
Berita benar-benar mengandung kepentingan publik yang bersifat mendesak;
Sumber berita yang pertama adalah sumber yang jelas disebutkan identitasnya, kredibel dan kompeten;
Subyek berita yang harus dikonfirmasi tidak diketahui keberadaannya dan atau tidak dapat diwawancarai;
Media memberikan penjelasan kepada pembaca, bahwa berita tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut yang diupayakan dalam waktu secepatnya. Penjelasan dimuat pada bagian akhir dari berita yang sama, di dalam kurung dan menggunakan huruf miring.
Setelah memuat berita sesuai dengan butir (c), media wajib meneruskan upaya verifikasi, dan setelah verifikasi didapatkan, hasil verifikasi dicantumkan pada berita pemutakhiran (update) dengan tautan pada berita yang belum terverifikasi.
Isi Buatan Pengguna (User Generated Content)
Media syber wajib mencantumkan syarat dan ketentuan mengenai Isi Buatan Pengguna yang tidak bertentangan dengan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yang ditempatkan secara terang dan jelas.
Media syber mewajibkan setiap pengguna untuk melakukan registrasi keanggotaan dan melakukan proses log-in terlebih dahulu untuk dapat mempublikasikan semua bentuk Isi Buatan Pengguna. Ketentuan mengenai log-in akan diatur lebih lanjut.
Dalam registrasi tersebut, media syber mewajibkan pengguna memberi persetujuan tertulis, bahwa Isi Buatan Pengguna yang dipublikasikan:
Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul;
Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan;
Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
Media syber memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus Isi Buatan Pengguna yang bertentangan dengan butir (c).
Media syber wajib menyediakan mekanisme pengaduan Isi Buatan Pengguna yang dinilai melanggar ketentuan pada butir (c). Mekanisme tersebut harus disediakan di tempat yang dengan mudah dapat diakses pengguna.
Media syber wajib menyunting, menghapus, dan melakukan tindakan koreksi setiap Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan dan melanggar ketentuan butir (c), sesegera mungkin secara proporsional selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah pengaduan diterima.
Media syber yang telah memenuhi ketentuan pada butir (a), (b), (c) tidak dibebani tanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan akibat pemuatan isi yang melanggar ketentuan pada butir (c).
Media syber bertanggung jawab atas Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan bila tidak mengambil tindakan koreksi setelah batas waktu sebagaimana tersebut pada butir (c).
Ralat, Koreksi, dan Hak Jawab
Ralat, koreksi, dan hak jawab mengacu pada UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Hak Jawab yang ditetapkan Dewan Pers.
Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab.
Di setiap berita ralat, koreksi, dan hak jawab wajib dicantumkan waktu pemuatan ralat, koreksi, dan atau hak jawab tersebut.
Bila suatu berita media syber tertentu disebarluaskan media syber lain, maka:
Tanggung jawab media syber pembuat berita terbatas pada berita yang dipublikasikan di media syber tersebut atau media syber yang berada di bawah otoritas teknisnya;
Koreksi berita yang dilakukan oleh sebuah media syber, juga harus dilakukan oleh media syber lain yang mengutip berita dari media syber yang dikoreksi itu;
Media yang menyebarluaskan berita dari sebuah media syber dan tidak melakukan koreksi atas berita sesuai yang dilakukan oleh media syber pemilik dan atau pembuat berita tersebut, bertanggung jawab penuh atas semua akibat hukum dari berita yang tidak dikoreksinya itu.
Sesuai dengan UU Pers, media siber yang tidak melayani hak jawab dapat dijatuhi sanksi hukum pidana denda paling banyak Rp500.000.000 (Lima ratus juta rupiah).
Pencabutan Berita
Berita yang sudah dipublikasikan tidak dapat dicabut karena alasan penyensoran dari pihak luar redaksi, kecuali terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, pengalaman traumatik korban atau berdasarkan pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Dewan Pers.
Media syber lain wajib mengikuti pencabutan kutipan berita dari media asal yang telah dicabut.
Pencabutan berita wajib disertai dengan alasan pencabutan dan diumumkan kepada publik.
Iklan
Media syber wajib membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan.
Setiap berita/artikel/isi yang merupakan iklan dan atau isi berbayar wajib mencantumkan keterangan ‘advertorial’, ‘iklan’, ‘ads’, ‘sponsored’, atau kata lain yang menjelaskan, bahwa berita/artikel/isi tersebut adalah iklan.
Hak Cipta

Media syber wajib menghormati hak cipta sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pencantuman Pedoman

Media syber wajib mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Syber ini di medianya secara terang dan jelas.

Sengketa

Penilaian akhir atas sengketa mengenai pelaksanaan Pedoman Pemberitaan Media Syber ini diselesaikan oleh Dewan Pers.

Jakarta, 3 Februari 2012

(Pedoman ini ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012).

Hak Jawab

Dewan Pers dan masyarakat pers telah mengesahkan Pedoman Pemberitaan Media Syber. Jika ada berita yang tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik atau Pedoman Pemberitaan Media Syber, silakan gunakan Hak Jawab dan mengadu langsung ke Redaksi Media Nasional.Co (link ke kontak).

Bila Anda tidak mendapat pelayanan semestinya, silakan mengadu ke Dewan Pers.

Pengaduan ke Dewan Pers

http://dewanpers.or.id/form_pengaduan

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)